Pengelolaan Limbah Rumah Tangga melalui Pemanfaatan Lubang Biopori pada Kebun Dapur Ibu
DOI:
https://doi.org/10.47841/jsoshum.v7i2.566Keywords:
Limbah Rumah Tangga, Kelompok Perempuan, Biopori, Kebun Dapur Ibu, Pengelolaan SampahAbstract
Pengelolaan sampah merupakan salah satu issue lingkungan yang mendesak, saat ini sampah bersumber dari rumah tangga merupakan jumlah terbesar. Oleh karena itu, pengelolaan sampah memerlukan inovasi strategis yang salah satunya melalui teknologi lubang biopori. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi teknologi biopori sebagai sumber pupuk kompos sederhana dan murah pada lokasi Kebun Dapur Ibu (KEDAI) Sabuah yang dikelola oleh kelompok ibu rumah tangga di Kelurahan Bukit Wolio Indah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PRA) yang melibatkan Kelompok Ibu Rumah Tangga dan Pokja Sehat Kelurahan Bukit Wolio Indah yang secara aktif terlibat mulai dari tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi keberlanjutan. Analisis terhadap ketercapaian kegiatan ini dijelaskan melalui perubahan sikap dan pengetahuan peserta yang diukur melalui pre-tes dan post-test setelah pelatihan, dan keberlanjutan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Pokja Kelurahan Sehat. Hasil kegiatan diperoleh pemahaman peserta tentang manfaat dan pentingnya pembuatan lubang resapan biopori meningkat mencapai 80% dan berhasil mengaplikasikan lubang biopori pada lokasi lahan KEDAI Sabuah. Aspek keberlanjutan program peserta berkomitmen secara mandiri membuat biopori di halaman rumah dan Pokja Sehat Kelurahan berkomitmen untuk keberlanjutan program dengan mendampingi dan memonitoring pengaplikasian teknologi ini ke masyarakat.



