Program Jeda Gadget untuk Mengurangi Penggunaan Gadget pada Siswa SDN Jampang 02 Kabupaten Bogor

Authors

  • Adya Az Zahrawaani STIM Budi Bakti
  • Amelia Amelia STIM Budi Bakti
  • Ilham Ramadhan STIM Budi Bakti
  • Noval Arfan Nur Sidik STIM Budi Bakti
  • Rina Fatimah STIM Budi Bakti

DOI:

https://doi.org/10.47841/jsoshum.v6i3.547

Keywords:

Design Thinking, Digital, Gawai, Sekolah Dasar, Siswa

Abstract

Dalam era digital saat ini, penggunaan gawai tidak dapat dihindari dan telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Meskipun memberikan manfaat dalam akses informasi dan pembelajaran, penggunaan gawai yang berlebihan tanpa pengawasan dapat berdampak negatif, seperti menurunnya interaksi sosial, gangguan fokus belajar, hingga risiko kecanduan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak akan dampak penggunaan gawai secara berlebihan serta menemukan alternatif aktivitas positif di luar gawai, seperti permainan tradisional, kegiatan kreatif, atau diskusi kelompok. Penyusunan program pengabdian menggunakan metode Design Thinking yang terdiri dari lima tahap: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pada tahap Empathize, dilakukan observasi langsung dan wawancara dengan siswa, guru, serta orang tua untuk memahami latar belakang penggunaan gawai. Tahap Define menemukan bahwa sebagian besar anak menggunakan gawai lebih dari 3 jam per hari dengan intensitas tinggi pada game dan media hiburan. Berdasarkan hal tersebut, dalam tahap Ideate dirancang program edukatif berbasis permainan tradisional dan aktivitas kelompok yang bertujuan mengalihkan perhatian anak dari gawai ke kegiatan interaktif. Tahap Prototype menciptakan modul permainan tradisional yang menarik, dan tahap Test menunjukkan respon positif dari siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan empatik mampu membantu anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan aktif pihak sekolah dan orang tua dalam menyediakan alternatif kegiatan yang menyenangkan sangat penting untuk membentuk kebiasaan positif pada anak. Rekomendasi dari penelitian ini mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam mengelola penggunaan teknologi pada anak usia dini guna mendukung perkembangan yang lebih sehat dan seimbang.

Downloads

Published

2025-09-30